Minggu, 21 Desember 2014

Ketika Bencana itu menimpa



Merujuk pada al-Qur’an, bencana itu datang karena beberapa faktor, di antaranya adalah:

1. Maraknya “kesyirikan” Alloh Ta’ala   berfirman ( surat al An’am: 64-65) 64.
Katakanlah:"Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, Kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya."
65. Katakanlah: " dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu,dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasansebahagian yang lain.
Perhatikanlah, betapa kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran kami silih berganti agar mereka memahami(nya)". (QS al An’am/6:64-65)
Keterangan : azab yang datang dari atas seperti hujan batu, petir dan lain lain. yang datang dari bawahseperti gempa bumi, banjir dan sebagainya.
Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu.
kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)." (QS ar Ruum/30:42)

2. Kemaksiatan yang merajalela Firman Allah Ta’ala ( surat ar Ruum/30: 41)
“Telah nampak kerusakan didarat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” .
(QS ar Ruum/30:41)
Ibnu Katsir menafsirkan: “di laut” maksudnya wilayah yang ada di pesisir laut/pantai.
Sedangkan “perbuatan mereka” maksudnya adalah karena banyaknya maksiat yang mereka lakukan.
Wallohu A’lam Juga firman Allah Ta’ala ( surat al Isro’/17: 85) “Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. yang demikian itu Telah tertulis di dalam Kitab (Lauh mahfuzh) (al Isro’/17:48)
Dan banyak lagi ayat-ayat alQur’an yang menginformasikan tentang hal ini, termasuk bencana yang menimpa kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud, Madyan dll karena kemusyrikan, kemaksiatan serta keangkuhan mereka (tidak mau menerima yang haq) padahal telah jelas keterangan yang haq (al-Qur’an) dari Alloh namun mereka lebih memilih kesesatan.

Minggu, 16 November 2014

Roda kehidupan di dunia ini tak ada yg abadi, semua pasti berlalu. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Setiap orang akan punya cerita dan alur hidup sendiri-sendiri dalam mengarungi jatah usianya..... keep do the best....God will bless you forever......

Kamis, 06 November 2014

Tips Sehat islami



Dosen Fakultas Kodekteran UNS, Prof. Dr. dr. H. Much Syamsul Hadi, Sp. KJ, pernah ditanya,

“Apakah benar dengan membaca Al-Quran jiwa kita akan sehat? adakah hubungan hal ini dengan kesehatan?” Pasalnya banyak teman menyarankan saya jika jiwa dan fikiran saya sedang gelisah dan kalut, saya disuruh membaca Al-Qur’an
Beliau menjawab,
“Saran teman anda agar membaca Al-Qur’an tatkalah kesedihan melanda itu benar. Hal ini sesuai dengan janji Allah, bahwa apabila kita mengingat Allah, salah satunya dengan membaca Al-Qur’an, maka hati kita akan menjadi tenteram.
Nah, apakah hal itu sesuai dengan ilmu kedokteran?
Ya, jelas sesuai dengan ilmu kedokteran. Dengan catatan ada persyaratannya, yaitu:
Pertama, pembaca tersebut beriman sungguh sungguh kepada Allah, Al-Qur’an dan Al-Hadits
Kedua, dibaca dengan khusyu
Ketiga, dimengerti arti dan tafsirnya
Kalau persyaratan-persyaratan tersebut benar-benar dijalankan, maka dalam ilmu kedokteran difahami akan terjadi suatu relaksasi fisik dan mental, yang akan berakibat aktivasi syaraf parasimpatis, menurunnya kadar kortizol, dan naiknya kekebalan tubuh.
Hal ini karena menurunnya sitokin proinflamasi yang akhirnya denyut nadi menurun, tekanan darah menurun, tak terjadi kenaikan sekresi getah lambung, dan si pelaku akan menjadi tenang tak gelisah lagi”
(Dikutip dari majalah Hadila Edisi Spesial 2013)

Minggu, 02 November 2014

AYAH

The Last November,

Ketika tiba-tiba teringat masa melepas kepergianmu.
Engkau pergi meninggalkan kami anak-anakmu.
Setelah berpuluh tahun bermandikan peluh tanpa mengeluh
Untuk terus berjuang demi kami anak-anakmu
Sungguh luar biasa semua pengorbanan yg engkau berikan
Hingga kami bisa mandiri

Maafkan kami bila tak sempat membalas jasamu Ayah
Dunia yg tak pernah engkau nikmati
Seakan kami rampas dari genggamanmu
Keihklasan, ketegaran dan semangat juangmu semoga bisa kami pelihara

Ya Tuhan ..... tempatkanlah beliau di tempatMu yang paling mulia..
Hanya do'a dan sujud kami yg bisa kupersembahkan untuk membalas jasamu
Terimalah semua amal ibadah beliau dan ampunilah segala kekhilafannya...
Amiiin Ya Rabbal a"lamiin......

Senin, 29 September 2014

Bermegah-megahan

Dalam Al-qur'an surat ke 102 yaitu At-takaatsur Allah memperingatkan kita manusia cenderung lupa diri kalau sudah bergelimang kemewahan dan tidak akan pernah merasa kenyang. Ambisi kita baru berhenti kalau kematian telah menjemput . " Seandainya manusia memiliki dua lembah yg penuh dengan emas, niscaya ia masih menginginkan lembah yg ketiga. Tidak akan ada yg bisa memenuhi rongga ambisi manusia kecuali kematian".

Dalam ayat ke 3 dan ke 4 diperingatkan : " Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu!) Dan janganlah begitu, kelak kamu akan merugi"

"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu "

Sungguh bukan banyaknya harta, ilmu dan kedudukan yang akan menyelamatkan ,nanti kalian tahu bahwa keimanan dan ketaqwaan yang akan menyelamatkanmu!!

Kamis, 25 September 2014

Nikmat yg unlimitted

Allah mengingatkan bahwa kebanyakan manusia itu lupa berterima kasih,tidak mensyukuri nikmatNYA, padahal nikmat Allah yg diterima manusia itu tak terbatas.  FirmanNYA dlm alqur'an surat Ibrahim ayat 34  yg artinya sbb :
"Dan telah diberikan kepadamu dari segala apa yg kamu mohonkan kepadaNya.Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat Allah"

          Allah mengingatkan ,sesungguhnya manusia itu menyadari kalau dia melupakan nikmatNYA. Manusia yg terdiri dari 3 unsur yg saling terkait yaitu:
jasad, akal dan qalbu .Dari ketiga unsur itu ada satu instrument manusia yg tidak pernah berdusta yaitu qalbu .
Qalbu kita akan jujur mengatakan bahwa nikmat Allah tdk ada batasnya yg diterima manusia. Namun nafsu terhadap harta, kedudukan , sanjungan ,dsb yg seringkali membuat manusia lupa diri, tidak pernah bersyukur dan mengabdi kepadaNYA.

         Sesungguhnya kita tidak dilarang untuk mencintai harta,kedudukan , keluarga. Karena Allah menetapkan secara kodrati manusia diberi potensi untuk mencintai itu semua.
Yg dilarang adalah apabila harta, anak dan kedudukan lebih kita cintai daripada Allah swt, lalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.
Kita langgar aturan-aturan Allah untuk mendapatkan jabatan, kekayaan...itulah yg dilarang. Silakan cari dunia sebanyak-banyaknya dan jadikan semua itu sebagai sarana untuk mendekatkan diri pada yg maha kuasa.

Sabtu, 13 September 2014

SABAR

Kesabaran adalah suatu kekuatan jiwa yang membuat orang menjadi tabah menghadapi ujian. Sabar begitu penting untuk kita miliki, karena ujian akan selalu mewarnai kehidupan kita.
Paling tidak ,kita harus mampu sabar dalam menghadapi  5 macam ujian :

1. Sabar dalam menghadapi ujian ketakutan, kemelaratan, kelaparan, penyakit, kekecewaan atau ditinggal wafat oleh orang2 yg kita sayangi.

2. Sabar menghadapi ujian Nafsu. Setiap saat kita harus berjuang menundukkan dorongan-dorongan negatif yang ada dalam diri kita. Kita memiliki dua macam nafsu yaitu nafsu amarah yaitu dorongan untuk berbuat pelanggaran dan nafsu muthmainnah yaitu dorongan untuk melakukan kebaikan.

3. Sabar dalam beramal saleh. Dalam beramal saleh kita harus mampu menjaga keikhlasan pada saat berniat, berbuat ataupun setelahnya.

4. Sabar dalam menyampaikan kebenaran. Saat kita mengajak orang lain untuk berada dalam kebenaran , kita harus bersabar karena tidak semua orang yg kita ajak akan menerima meskipun terhadap anak, istri ,saudara ataupun teman.

5. Sabar dalam menghadapi berbagai karakter orang. Setiap manusia itu unik, tidak ada yg sama persis karakternya. Ada yg ramah, judes, pelit, dermawan, dan lain-lain.
Allah menganjurkan kita senantiasa bisa mengendalikan emosi.