Minggu, 13 Juni 2021

Renungan Jiwa

 TANDA BATINMU LELAH⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣

1. Mudah tersinggung.⁣⁣⁣⁣


2. Menjadi tidak sabaran dan mudah marah.⁣⁣⁣⁣


3. Tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu  padahal yang biasanya kamu sukai.⁣⁣⁣⁣


4. Sering gelisah atau ketakutan akan banyak hal secara berlebihan, khususnya masa depan.⁣⁣⁣⁣


5. Sering rasanya ingin menangis tiba-tiba dan merasakan kesedihan tanpa tau sebabnya.⁣⁣⁣⁣


6. Mulai terasing dengan sekitar, merasa sendirian di tengah keramaian dan lebih asik membayangkan kehidupan ideal yang kita ciptakan di dalam pikiran.⁣⁣⁣⁣


7. Tidur mulai tidak merasakan nyenyak dan saat bangun tidak bugar.⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣

Maka itu adalah tanda jiwa atau batin tengah kelelahan. Saran terbaik adalah..⁣⁣⁣⁣

Hentikan sejenak aktivitas yang menyita banyak waktu.. lalu luangkan waktu untuk mengistirahatkan jiwa⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣

Caranya??⁣⁣⁣⁣

Tidak ada dokter yang bisa mengobati sang jiwa kecuali yang memiliki jiwa.⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣

Jaga sholat 5 waktu.⁣⁣⁣⁣

Perbanyaklah berdo'a bermunajat.⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣

Wudhu, gelar sajadah, lalu sholat sunnah taubat/hajat/tahajud/dhuha/mutlaq meski hanya 2 rakaat.⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣

Setelah itu jangan beranjak.⁣⁣⁣⁣

Duduk saja. Nikmati.. meski itu hanya sekedar diam berdzikir menyebut nama Allah (kalau nggak bisa berdoa).⁣⁣⁣⁣

Atau berbincanglah sepihak dengan Allah..⁣⁣⁣⁣

Ciptakan kedekatan hanya dengan Allah.⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣

Waktu malam lebih baik..⁣⁣⁣⁣

Berlama-lama lah di situ..⁣⁣⁣⁣

Karena jiwa yang lelah adalah isyarat waktu kebersamaanmu bersama Rabb-mu teramat kurang.⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣

Perbanyak membaca Qur'an dan artinya/terjemahan.⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣

Jangan sampai lelahnya jiwa membuat kita tak bisa menjadi pribadi terbaik saat hidup di dunia⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣

Karena tanpa sadar, lelahnya jiwa membuat kita menjadi mati sebelum jasad mati⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣

Selamat Mengamalkan..🙏😇



Sabtu, 04 November 2017

Fitnah dajjal tanda akhir jaman

Mencermati perkembangan kehidupan di jaman now memang tak kan lepas dari pesatnya teknologi informasi. Orang dimanjakan dgn fasilitas kehidupan yg serba praktis dan cepat, semua serba online lewat dunia maya. Dari hal hal yg kecil sampai urusan yg rumit sekalipun bisa dijangkau lewat media sosial yg cakupan wilayahnya tak terbatas.  Setiap orang bisa berkomunikasi dengan setiap orang di penjuru dunia ini tanpa harus bertatap muka langsung.  Sehingga setiap informasi dari satu orang bisa sekejap diketahui orang diseluruh pelosok negri meski informasi yg tersebar itu terkadang tidak benar.   Banyak orang menggunakan medsos ini sbg sarana untuk berbagi hal yg dirasa bermanfaat,  namun banyak juga yg bertujuan untuk memfitnah,  memprovokasi,  menipu, dll yg tujuannya hanya untuk kepentingan pribadinya saja. Sehingga banyak berita palsu dengan mudah menyebar ke penjuru negri tanpa bisa dikendalikan.  Mungkinkah ini yg disebut fitnah dajjal spt yg diungkapkan al qur'an

Minggu, 16 Juli 2017

Menjemput Rezeki

Bertebaranlah kalian dimuka bumi untuk mencari rejeki yg Allah telah anugerahkan.         Bumi yg meliputi daratan,  lautan dan udara senantiasa selalu memberi penghidupan kepada semua makhluk yg ada didalamnya.... Maka nikmat Tuhan manalagi yg engkau akan dustakan.....



Jumat, 14 Juli 2017

Ketika Waktunya Tiba

Pensiun... jabatan terakhir yg akan disandang oleh orang yg bekerja sbg karyawan atau pegawai.  Setinggi apapun karir yg diperoleh pastinya jabatan terakhirnya adalah pensiunan.  
           Banyak pegawai yg trauma, waswas,  khawatir akan tibanya masa pensiun,  shg jauh jauh hari sdh mempersiapkan diri dgn berbagai investasi dan segudang rencana untuk beralih profesi.
            Namun kadang kita lupa bahwa kita hidup tak akan abadi. Seyogyanya kita persiapkan pula amal amalan ibadah untuk bekal setelah kita pensiun dari kehidupan didunia ini.

Rabu, 12 Juli 2017

Usia menjelang senja

Ketika kerabat ataupun saudara yg sebaya satu per satu tiada...  
Perlahan waktupun berjalan merenggut rentang usia kita yg masih tersisa....
Ya Tuhan bimbinglah jiwa raga hamba.....
Agar selalu dijalanMu hingga ajalku tiba...

Jumat, 01 April 2016

APA YANG KITA CARI DALAM HIDUP INI ??

Apa yang kita cari didunia ini ??
Orang yg hidup di kampung , merindukan kota........Orang di kota merindukan suasana kampung.
Ketika kemarau tiba kita bertanya 'kapan hujan tiba'...ketika musim hujan tiba 'kapan kemaraunya'
Ketika diam dirumah, inginnya pergi....Setelah pergi inginnya pulang ke rumah
Di waktu tenang ingin sekali cari keramaian...begitu di keramaian ingin cari ketenangan
Ketika masih lajang mengeluh ingin menikah...setelah berkeluarga mengeluh belum punya anak...setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya hidup dan pendidikan

Ternyata "SESUATU" itu tampak indah ketika  belum kita miliki
Jadi kapankah kebahagiaan bisa diraih bila kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada dengan mengabaikan apa yang sudah kita miliki.

Jadilah pribadi yang 'SELALU BERSYUKUR' dengan semua rahmat yg sudah diberi sang PENCIPTA sbg sarana untuk mengabdi kepadaNYA.

Ketika sehelai daun menempel dimata kita maka akan tertutuplah BUMI ini dari penglihatan kita.
Begitupun bila hati ditutupi 'PIKIRAN BURUK' sekecil apapun , maka kita akan melihat keburukan di mana-mana. Bumi ini akan tampak buruk.

"BERSYUKURLAH"  apa yang sudah kita miliki, karena hidup adalah waktu yang dipinjamkan ,sedangkan HARTA adalah berkat yg dipercayakan Tuhan kepada kita dan semua itu kelak akan dimintai pertanggung jawaban.

Jadi bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki
bersyukur atas pekerjaan yang masih bisa kita lakukan
bersyukur atas kesehatan yg masih kita miliki
bersyukur atas keluarga yg kita miliki
bersukur......bersyukur....dan bersyukur....dalam segala hal
dan segeralah berlomba untuk berbuat kebaikan ....

Jumat, 11 Maret 2016

Motivasi Pagi

Ketika.....
Aku ingin hidup KAYA..
aku lupa, bahwa hidup itu sendiri adalah sebuah KEKAYAAN

Ketika....
Aku takut memberi..
aku lupa, bahwa semua yang aku mililki juga PEMBERIAN

Ketika....
Aku ingin jadi yang Terkuat..
aku lupa, bahwa dalam kelemahan..
Tuhan selalu memberi aku KEKUATAN

Ketika...
Aku takut RUGI..
aku lupa,bahwa hidupku adalah sebuah KEBERUNTUNGAN karena AnugerahNYA.


Ternyata hidup ini sangat INDAH  ketika kita selalu BERSYUKUR...
Tak ada hari yang menyulitkan kita kecuali kita sendiri yang membuat kesulitan itu...

Jumat, 01 Januari 2016

ADA 6 HAL YANG BISA MELALAIKAN MANUSIA



“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis eras, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga). (QS. 3:14) Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Rabb mereka ada Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Mahamelihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. 3:15)
Berdasarkan ayat diatas Allah swt menjelaskan bahwasanya ada 6 hal yang bisa menggoda manusia yg bisa menjauhkan hati dari wahyu ilahi  yaitu :
1. Kecintaan terhadap istri/ suami
2. Kecintaan terhadap anak
3. Kecintaan terhadap harta yang banyak
4. Kecintaan terhadap kendaraan mewah
5. Kecintaan terhadap binatang peliharaan
6. Kecintaan terhadap rumah, tanah dan sawah ladang yang luas

Jumat, 30 Januari 2015

           Ketika kemajuan teknologi informasi semakin canggih dan semakin pesat perkembangannya , merasuki semua aspek kehidupan manusia di muka bumi. Dimana hampir semua aspek finansial, tata kelola di satu kelompok masyarakat bahkan untuk mengatur sebuah negara dilakukan dengan satu perangkat teknologi informasi.
            Secara tidak sadar kita cenderung digiring pada suatu perangkap dimana pencipta perangkat teknologi informasi akan menguasai semua aspek kehidupan masyarakat dunia.
Saat ini semua aktifitas ekonomi, politik, sosial, budaya hampir semua mengandalkan perangkat jejaring sosial, barangkali sdh tidak ada lagi yg namanya dokumen rahasia yg disimpan dalam tempat yg terkunci tertutup rapat spt dahulu.
            Barangkali bukan hal yg tdk mungkin suatu saat nanti sang pencipta teknologi ini akan menjadi penguasa dunia yg ditakuti .

Jumat, 02 Januari 2015

Empat tingkatan manusia ketika Musibah menimpa



Kondisi manusia dalam menghadapi musibah ada empat tingkatan:

Tingkatan pertama, menggerutu (mendongkol) terhadapnya. Tingkatan ini ada beberapa macam:
Pertama: Direfleksikan dengan hati, seperti seseorang yang menggerutu terhadap Rabb-nya dan geram terhadap takdir yang dialaminya; perbuatan ini hukumnya haram dan bisa menyebabkan kekufuran. Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ (١١)

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat.” (Al-Hajj: 11).
Kedua: Direfleksikan dengan lisan, seperti berdoa dengan umpatan ‘celaka’, ‘hancurlah’ dan sebagainya; perbuatan ini haram  hukumnya.
Ketiga: Direfleksikan dengan anggota badan, seperti menampar pipi, menyobek kantong baju, mencabut bulu dan sebagainya; semua ini adalah haram hukumnya karena menafikan kewajiban bersabar.

Tingkatan kedua, bersabar atasnya. Hal ini senada dengan ungkapan seorang penyair,

وَالصَّبْرُ مِثْلُ اسْمِهِ مُرٌّ مَذَاقَتُهُ لَكِنْ عَوَاقِبُهُ أحَلْىَ مِنَ الْعَسَلِ.

Sabar itu seperti namanya, pahit rasanya. Akan tetapi hasilnya lebih manis daripada madu.
Orang yang dalam kondisi ini beranggapan bahwa musibah tersebut sebenarnya berat baginya akan tetapi dia kuat menanggungnya, dia tidak suka hal itu terjadi akan tetapi iman yang bersemayam di hatinya menjaganya dari menggerutu (mendongkol). Terjadi dan tidak terjadinya hal itu tidak sama baginya.

Perbuatan seperti ini wajib hukumnya karena Allah Ta’ala memerintahkan untuk bersabar sebagaimana dalam firman-Nya,
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (٤٦)

“Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46).

Tingkatan ketiga, ridha terhadapnya seperti keridhaan seseorang terhadap musibah yang dialaminya di mana baginya sama saja; ada dan tidak adanya musibah tersebut. Adanya musibah tidak membuatnya sesak dan menanggungnya dengan perasaan berat. Sikap seperti ini dianjurkan tetapi bukan suatu kewajiban menurut pendapat yang kuat.
Perbedaan antara tingkatan ini dengan tingkatan sebelumnya amat jelas sekali, sebab dalam tingkatan ini ada dan tidak adanya musibah sama saja bagi orang yang mengalaminya sementara pada tingkatan sebelumnya, adanya musibah dirasakan sulit baginya tetapi dia bersabar atasnya.


Tingkatan keempat, bersyukur atasnya. Ini merupakan tingkatan paling tinggi. Hal ini direfleksikan oleh orang yang mengalaminya dengan bersyukur kepada Allah atas musibah apa saja yang dialami. Dalam hal ini, dia mengetahui bahwa musibah ini merupakan sebab (sarana) untuk menghapus semua kejelekan-kejelekannya (dosa-dosa kecilnya) dan barangkali bisa menambah kebaikannya. Rasulullah SAW bersabda,

مَا مِنْ مُصِيْبَةٍ تُصِيْبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا.

“Tiada suatu musibah pun yang menimpa seorang Muslim, melainkan dengannya Allah hapuskan (dosa-dosa kecil) darinya sampai-sampai sebatang duri pun yang menusuknya.”( Shahih Al-Bukhari, kitab Al-Mardla, no. 5640; Shahih Muslim, kitab Al-Birr wa Ash-Shilah, no. 2572.)
( Kumpulan Fatwa dan Risalah Syaikh Ibnu Utsaimin, Juz II, hal. 109-111. ) alsofwa.com

Selasa, 30 Desember 2014

Ketika Do'a kita sulit Terkabul



10 Hal yang membuat Doa tidak terkabul
1.Kamu mengenal Allah, tapi kamu tidak melaksanakan hak-Nya.
2.Kamu membaca kitab Allah, tapi kamu tidak pernah mengamalkannya.
3.Kamu tahu bahwa iblis adalah musuh, tapi kamu tetap mengikutinya perintahnya.
4.Kamu menyatakan cinta kepada Rasullullah SAW, tapi kamu meninggalkan sunnahnya.
5.Kamu menyatakan ingin masuk surga, tapi kamu tidak pernah mengamalkan amalan ahli surga.
6.Kamu mengaku takut masuk neraka. tapi kamu tetap berbuat dosa.
7.Kamu tahu kematian pasti datang, tapi kamu tidak pernah melakukan persiapan untuk mati.
8.Kamu selalu memperhatikan kesalahan orang lain, tapi kamu tidak memperhatikan kesalahan kesalahanmu sendiri.
9.Kamu senang memakan rizqi dari Allah, tapi kamu tidak pernah bersyukur pada-Nya.
10.Kamu sering mengantar jenazah ke kubur, tapi kamu tidak mau mengmbil pelajaran darinya.

=======================
Jika ada yang bertanya, “Aku sudah seringkali berdo'a, namun mengapa impianku belum tercapai juga?” Kami bisa memberi jawaban sebagai berikut:

Pertama: Do'a boleh jadi terkabul, namun kita saja yang tidak mengetahui bentuk terkabulnya. Terkabulnya do'a bisa jadi dengan dipalingkan dari kejelekan dari do'a yang kita minta. Dan boleh jadi Allah simpan terkabulnya do'a tadi di akhirat kelak. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.” (HR. Ahmad, dari Abu Sa'id; derajat hasan)
Contohnya seseorang berdo'a, “Allahummar-zuqnii, Allahummar-zuqnii” (Ya Allah, berilah aku rizki. Ya Allah, berilah aku rizki). Boleh jadi do'a tersebut, Allah kabulkan segera atau diakhirkan. Allah Ta'ala Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba tersebut. Bahkan boleh jadi pula, Allah simpan do'a tersebut untuk meninggikan derajatnya di surga. Ini tentu saja lebih tinggi dari kebahagiaan di dunia. Kebahagiaan di akhirat kelak tentu jauh berbeda dari kebahagiaan di dunia. Malik bin Dinar mengatakan,
“Seandainya dunia adalah emas yang akan fana, dan akhirat adalah tembikar yang kekal abadi, maka tentu saja seseorang wajib memilih sesuatu yang kekal abadi (yaitu tembikar) daripada emas yang nanti akan fana. Lalu bagaimana lagi jika akhirat itu adalah emas yang akan kekal abadi dan dunia adalah tembikar yang akan fana?”[5]

Kedua: Terkabulnya do'a boleh jadi diakhirkan agar seseorang tetap giat dan bersemangat dalam berdo'a. Ketika ia giat berdo'a, maka ia pun akan mendapatkan ketinggian derajat di akhirat kelak. Cobalah kita perhatikan apa yang terjadi pada para Nabi 'alaihimush sholaatu wa salaam. Mereka terus saja berdo'a dan memperbanyak do'a, namun terkabulnya do'a mereka diakhirkan agar mereka tetap semangat dalam berdo'a. Di antara contohnya adalah Nabi Ayyub 'alaihis salam yang diberi cobaan penyakit selama 18 tahun sehingga ia pun dijauhi kerabat dan yang lainnya. Namun ia tetap terus berdo'a dan berdo'a. Allah pun memujinya karena kesabarannya tersebut,
“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).” (QS. Shaad: 44)[6]

Ketiga: Boleh jadi do'a tersebut sulit terkabul karena beberapa faktor penghalang. Di antara faktor penghalang adalah seseorang mengangkat tangan ke langit, namun ia sering mengkonsumsi makanan, minuman dan menggunakan pakaian yang haram atau diperoleh dari hasil yang haram (sebagaimana disebut dalam hadits riwayat Muslim no. 1015, dari Abu Hurairah). Inilah yang membuat do'a seseorang sulit terkabul. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita rajin mengintrospeksi diri, siapa tahu do'a kita tidak kunjung terkabul karena sebab mengkonsumsi yang haram.

Minggu, 21 Desember 2014

Ketika Bencana itu menimpa



Merujuk pada al-Qur’an, bencana itu datang karena beberapa faktor, di antaranya adalah:

1. Maraknya “kesyirikan” Alloh Ta’ala   berfirman ( surat al An’am: 64-65) 64.
Katakanlah:"Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, Kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya."
65. Katakanlah: " dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu,dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasansebahagian yang lain.
Perhatikanlah, betapa kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran kami silih berganti agar mereka memahami(nya)". (QS al An’am/6:64-65)
Keterangan : azab yang datang dari atas seperti hujan batu, petir dan lain lain. yang datang dari bawahseperti gempa bumi, banjir dan sebagainya.
Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu.
kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)." (QS ar Ruum/30:42)

2. Kemaksiatan yang merajalela Firman Allah Ta’ala ( surat ar Ruum/30: 41)
“Telah nampak kerusakan didarat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” .
(QS ar Ruum/30:41)
Ibnu Katsir menafsirkan: “di laut” maksudnya wilayah yang ada di pesisir laut/pantai.
Sedangkan “perbuatan mereka” maksudnya adalah karena banyaknya maksiat yang mereka lakukan.
Wallohu A’lam Juga firman Allah Ta’ala ( surat al Isro’/17: 85) “Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. yang demikian itu Telah tertulis di dalam Kitab (Lauh mahfuzh) (al Isro’/17:48)
Dan banyak lagi ayat-ayat alQur’an yang menginformasikan tentang hal ini, termasuk bencana yang menimpa kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud, Madyan dll karena kemusyrikan, kemaksiatan serta keangkuhan mereka (tidak mau menerima yang haq) padahal telah jelas keterangan yang haq (al-Qur’an) dari Alloh namun mereka lebih memilih kesesatan.

Minggu, 16 November 2014

Roda kehidupan di dunia ini tak ada yg abadi, semua pasti berlalu. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Setiap orang akan punya cerita dan alur hidup sendiri-sendiri dalam mengarungi jatah usianya..... keep do the best....God will bless you forever......